Siaran Pers

Siaran Pers Aksi Damai dalam Rangka Pelaporan Kasus Komunitas Kepada Gubernur Kalimantan Tengah “Berikan Penyelesaian Kasus dan Pemulihan Hak-Hak Komunitas atas Wilayah Kelola Sumber Daya Alam dan Lingkungan yang Baik dan Sehat”

Aksi yang dilaksanakan dengan jalan kaki dari Kantor WALHI Kalimantan Tengah menuju kantor Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah ini berlangsung pada hari Jum’at, 28 Juni 2019 pukul 08.00 – 10.00 WIB.

Aksi pelaporan ini merupakan bagian dari rangkaian agenda WALHI Kalimantan Tengah dalam melakukan advokasi penyelesaian kasus sengketa lahan dan pemulihan hak-hak masyarakat atas lingkungan dan sumber daya alam. Koordinator aksi, Janang Firman Palanungkai, yang juga merupakan paralegal dan masyarakat Kabupaten Barito Timur menerangkan, “aksi ini merupakan sebuah upaya untuk menyampaikan kasus yang sedang dihadapi oleh masyarakat di lima kabupaten yang didampingi oleh WALHI Kalimantan Tengah. Harapannya laporan ini dapat ditindaklanjuti secara tegas dan dikawal prosesnya.”

Lima komunitas yang melakukan pelaporan merupakan komunitas yang berasal dari lima kabupaten dampingan paralegal WALHI Kalimantan Tengah sejak dua tahun belakangan. Melalui hasil identifikasi dari tim paralegal inilah kemudian dapat diketahui bahwa terdapat sebanyak 344 kasus sengketa lahan yang ada di Provinsi Kalimantan Tengah (per Agustus 2018). Dimas Novian Hartono, Direktur WALHI Kalimantan Tengah, mengatakan, “Laporan-laporan kasus ini merupakan bukti permasalahan lahan yang harus ditindak lanjuti dan diselesaikan oleh pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.”

Dari total lima kasus yang dilaporkan, empat diantaranya merupakan kasus sengketa lahan yang melibatkan perusahaan perkebunan kelapa sawit, sedangkan sisanya merupakan kasus terkait perusakan dan pencemaran lingkungan yang melibatkan perusahaan tambang batu bara. Kasus-kasus tersebut sebelumnya juga telah beberapa kali dilaporkan ke berbagai instansi terkait, baik di tingkat daerah, provinsi, bahkan sampai ke tingkat nasional. Namun, sampai saat ini masyarakat masih belum mendapatkan kepastian penyelesaian atas konflik yang mereka hadapi.

 

Narahubung: Ayu (0896 7868 5308)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *