Walhi Kalteng Buat Pusat Informasi Kampung

Palangkaraya (ANTARA) – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Kalimantan Tengah (Walhi Kalteng) bekerjasama dengan Save Our Borneo (SOB) membuat Pusat Informasi Kampung (PIK) di Kalteng guna memberikan informasi yang berimbang terhadap perkembangan perkebunan sawit.

“PIK dirancang sebagai pusat media informasi yang berasal dari berbagai organisasi masyarakat sipil dan para pihak lainnya,” kata Dewan Daerah Walhi Kalteng, Safrudin Mahendra di Palangkaraya, Senin.

Dia menambahkan, PIK juga guna memberikan informasi yang berimbang baik sisi positif atau negatif mengenai perkebunan sawit,

Safrudin menjelaskan, pembentukan PIK bertujuan untuk memberikan informasi yang bisa memberikan pemahaman terhadap perkebunan kelapa sawit.

Serta sebagai tempat pertemuan masyarakat desa untuk saling berbagi informasi dan berdiskusi dengan sesama penduduk desa atau dengan desa-desa lain tempat PIK berada.

Penerapan PIK dikerjakan dengan cara mendistribusikan media informasi seperti buletin, buku, dan lain-lain.

PIK juga memberikan terobosan baru dalam penyebaran informasi dengan menggunakan SMS GATEWAY atau penyebaran informasi cepat dengan menggunakan Sort Massage Service atau SMS.

Dia menambahkan, perancangan teknis program PIK dilakukan oleh Walhi dengan melibatkan tim teknis PIK dari SOB untuk melakukan Pelatihan manajemen PIK, pelatihan system SMS GATEWAY, sosialisasi dan kegunaan PIK di masyarakat desa.

Pemilihan desa-desa yang akan dijadikan lokasi pelaksanaan program PIK di Kalteng berdasarkan tingkat kerentanan konflik baik yang diperkirakan akan terjadi maupun konflik yang telah terjadi antara masyarakat setempat dengan pihak Investor, khususnya Perkebunan kelapa sawit.

Program itu telah terbentuk di 12 desa di wilayah Kalteng yaitu, Kabupaten Seruyan terdapat empat desa, Kabupaten Kotawaringin Timur empat desa, Kabupaten Pulang Pisau tiga desa dan satu desa di Kabupaten Kapuas, ujarnya.

Desa-desa yang dipilih adalah desa yang selama ini telah berkonflik dengan perkebunan sawit dan telah menjadi desa dampingan WALHI Kalteng.

Program PIK didanai seluruhnya oleh perkumpulan Sawit Watch yang berada di Bogor, demikian Safrudin.

Tinggalkan komentar anda