Memantau Hak Atas Pangan dan Gizi: Seputar Proyek Food Estate di Kalimantan Tengah

Pada 2022 lalu, FIAN Indonesia berkolaborasi dengan WALHI Kalimantan Tengah, AMAN Kalimantan Tengah, Borneo Institute dan Solidaritas Perempuan Mamut Menteng melakukan Pemantauan terhadap Hak atas Pangan dan Gizi pada wilayah yang dijadikan tempat pembukaan proyek Food Estate. Pemantauan Program Food Estate dilakukan oleh FIAN Indonesia dilakukan di Kabupaten Kapuas dan Gunung Mas dengan Metode Pengumpulan Data dan Analisis secara Partisipatoris dan Metode Etnografi.

Berdasarkan hasil pemantauan didapatkan informasi bahwa 1) Terdapatnya pengabaian dan pelanggaran hak atas tanah dan HAPH terjadi semakin nyata ketika pembukaan lahan fisik menghancurkan sumber-sumber penghidupan masyarakat, 2) Adanya intimidasi dan pengabaian hak dalam penyelenggaraan program food estate telah menyebabkan hilangnya kontrol masyarakat atas ruang hidup dan penghidupan mereka. Ketika kendali atas tanah dan sumber daya alam melemah, dampak ikutannya adalah hilangnya kedaulatan warga untuk membangun sistem pangan lokal yang sehat dan bekelanjutan, 3) Aturan dan penerapan hukum dari pelarangan bakar ditambah dengan pelaksanan proyek food estate yang intimidatif dan penuh kegagalan, berpotensi pelanggaran HAPG oleh negara melalui pengabaian. Negara abai menghormati dan melindungi hak atas pangan dan hak atas tanah bagi warga di sekitar proyek food estate, 4) Problem dari penggunaan Agrotoksik bukan hanya mengancam kesehatan para petani namun juga menyebabkan pencemaran lingkungan serta hilangnya keanekaragaman hayati, 5) Terdapatnya perubahan pola konsumsi dari sumber pangan lokal ke makanan ultra proses diakibatkan oleh perubahan pola kerja dalam keluarga yang dimana semakin banyak masyarakat memilih bekerja di perusahaan perkebunan, tambang dan kerja kayu sehingga dalam melakukan pola pengasuhan berubah seperti mie instan, air mentah tanpa dimasak saja kepada anak mereka karena diakibatkan waktu mereka lebih banyak dihabiskan untuk kerja upahan. Serta, kurangnya pengetahuan orang tua terkait gizi yang terbatas menjadi penyebab munculnya anak-anak dengan kondisi Stunting.

Hasil Pemantauan Hak Atas Pangan dan Gizi yang dilakukan oleh FIAN Indonesia dengan WALHI Kalimantan Tengah, AMAN Kalimantan Tengah, Borneo Institute dan Solidaritas Perempuan Mamut Menteng dapat dilihat pada Laporan di bawah ini. unduh sekarang!

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *